Berdasarkan SK menteri trasmigrasi pada 1980 maka dibukalah daerah trsmigrasi dengan nama Sindang Sari, sindangsari itu sendiri diambil dari kata sindang yang mengandung air , sari merta yang artinya sejahtera.
Kedatangan warga desa Sindang Sari terdiri dari 2 gelombang, pertama pada tanggal 3 maret 1980 dengan jumlah 50 KK yang berasal dari pulau jawa, 100 KK berasal dari Pulau Lombok dan 120 KK dari Pulau Bali. Masyarakat yang datang tersebut dibina oleh departemen trasmigrasi di bawah pimpinan KUPT, dari tahun 1980 sampai tahun 1986. Kemudian setelah 6 tahun dijadikan masa pembinaan maka Sindang Sari dikembalikan pada pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai desa deveninif tepatnya pada tahun 1986.
Adapun Kepala Desa yang memimpin Desa Sindang Sari adalah sebagai berikut:
- 1986-1990 kepala desa pertama I Made Rugeg
- 1990-1999 kepala desa yang kedua I Nengah Sukiastana
- 1999-2004 Kepala desa yang ketiga I Gusti Putu Suardika
- 2004-2005 Kepala desa yang keempat I Gede Susila
- 2008-2013 Kepala Desa yang kelima I Gusti putu Suardika
- 2014-2020 Kepala Desa yang keenam I NengahNasib
- 2020 Penjabat Kepala Desa adalah Muhamad Zakir, SH.
- 2021 Penjabat Kepala Desa adalah I Komang Suardita, SH.
Bulan Desember 2021 sampai saat ini dipimpin oleh Kepala Desa yang ketujuh I Gede Susila
Kirim Komentar